PALU, NOMONI.id – Jakarta dengan Statusnya sebagai ibu kota negara, menjadi daya tarik tersendiri kebanyakan orang khususnya dari daerah sebagai tempat mengadu nasib.

Tak terkecuali Jamil Achmad, pemilik PT Wahana Insan Nurani atau juga dikenal dengan WIN Grup. Salah satu perusahaan Nasional di Indonesia yang bergerak di bidang penjualan langsung dengan nama WIN Academy.

Jamil (sapaan akrab) yang merupakan pria kelahiran Soni, salah satu desa kecil di Sulawesi Tengah tepatnya di bagian Pantai Barat ini, memutuskan hijrah ke Jakarta dengan segala resiko yang akan dihadapinya.

Namun demikian, resiko yang ada tidak membuat mantan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) provinsi Sulawesi Tengah tahun 1994 ini menyerah meski harus tinggal dengan orang dan mulai berjualan ‘cakar’ atau pakaian impor bekas di Jakarta.

“Saya pertama kali ke Jakarta yang pertama saya taklukan adalah bagaimana saya berkomunikasi dengan baik. Saya gak paham, ‘gue’ itu ditempatkan kepada siapa, begitupun juga ‘lu’. Pada saat ketemu dengan orang tua pake ‘gua’ ‘lu’, ternyata salah. Artinya komunikasi harus benar,” ujarnya saat ditemui di salah satu restoran di kota Palu belum lama ini.

Dari situlah ia berusaha hingga merintis WIN pada 2015 silam. Dibangun dengan konsep pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan mulai merekrut tim yang saat ini sudah punya 70 lebih manager dengan lebih dari 20 kantor cabang.

Kemudian Jamil bersama perusahaannya membuat anak usaha yaitu Planet WIN pada 2017 yang merupakan bisnis jaringan dengan produk utama masker wajah bernama Colina. Produk Colina diluncurkannya di acara Gebyar WIN pada 12 November 2017 di Britama Sportmall, Kelapa Gading, Jakarta.

Pada saat yang sama, dirinya juga membuat Production House untuk support system WIN Grup dengan nama ‘Namango Production’ yang dipola tidak biasa. Dimana support system mereka adalah membuat event bersama artis dan program menghibur.

“Kalau anda ingin membangun perusahaan, jangan Tanya berapa yang anda dapatkan. Tapi tanyalah berapa yang karyawan atau tim anda dapatkan. Kalau mereka sejahtera, maka anda akan sejahtera,” katanya.

Menurutnya menjadi pengusaha berkaitan tentang bagaimana kita menyuguhkan, bukan apa yang kita suguhkan. (IIM)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.