PALU, NOMONI.id – Pondok Pesantren dianggap menjadi salah satu pilar penting dalam mengokohkan ajaran Islam Rahmatan Lil ‘alamin dan tegaknya NKRI.

Hal tersebut disampaikan oleh Akademisi IAIN Palu, Arifuddin M. Arif pada Seminar Internasional Da’i Islam Moderat di Pondok Pesantren Darul Ijabah Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, Jumat (7/9/2018).

“Pesantren tidak bisa dinafikan peranannya dalam  perjuangan kemerdekaan RI beserta dalam membangun SDM bangsa. Begitu pula dalam bidang penyebaran dan pemahaman ajaran Islam melalui gerakan pendidikan dan dakwah,” ungkapnya.

Ia mengatakan penyebaran dakwah Islam dari Pondok Pesantren tidak terlepas dari peran para ulama dan santrinya menampilkan karakteristik Islam.

Karakteristik Islam yang dimaksud adalah karakter yang inklusif (infitah), moderat (tawassuth), persamaan (musawah), dan seimbang (tawazun).

Selain itu, katanya pendidikan pesantren mempelajari dan mendalami ilmu pengetahuan agama yang kaffah berbasis kajian kitab Turats dan Mu’tabar.

“Diinternalisasikan nilai-nilai keutamaan dan cara hidup berinteraksi dengan berbagai ragam budaya, perbedaan mazhab dan pemikiran,” lanjutnya.

Menurut Pakar pendidikan Islam IAIN Palu tersebut, hal ini tentu menjadi modal kuat dan potensi dasar dalam menyiapkan Da’i yang berwawasan moderat.

“Dengan trend globalisasi dan terjadinya revolusi teknologi komunikasi yang memberi dampak terhadap umat dewasa ini, seperti derasnya arus pemikiran liberal dan radikal serta berseliwarannya paham keagamaan yang menyimpang di dunia maya, mengharuskan pondok pesantren mengambil peran dan posisi penting dalam ruang dakwah cyber,” jelasnya.

Secara personal, katanya harus melirik ruang dakwah virtual atau Da’i virtual dan secara kelembagaan harus membangun media dakwah atau cyber media yang dikelola secara profesional dengan tetap mengedepankan prinsip dakwah Wasathiyah.

Menurut Arif, dengan paradigma dakwah ini, akan menjadi gerakan dakwah penyeimbang dan penyaring serta meng-counter pemahaman keagamaan menyimpang dan mendorong dinamika Islam serta memperkokoh ketahanan nilai-nilai Islam Wasathiyah.

Seminar Internasional dengan tema “Da’i Islam Moderat dan Perannya dalam Menciptakan Stabilitas Perdamaian Dunia” ini berlangsung sejak 6-7 September 2018 di Pondok Pesantren Darul Ijabah Kalimantan Selatan.

Seminar ini menghadirkan 21 narasumber pakar dari dalam dan luar negeri, seperti, Singapore, Thailand, Malaysia, Brunei Darrussalam, dan Timor Leste. (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.